Sunday, February 24, 2013

Thoughts: Old Couple

Sekarang ini, jarang banget gue temuin pasangan suami istri yang sudah 60 tahun ke atas tapi masih mesra. Terkadang kalau di mall atau restoran, lihat kakek-nenek makan berdua itu rasanya sweet abis! Hati gue langsung hangat. Tanpa disuruh pun, senyum langsung merekah dengan sendirinya ketika melihat dua orang tua yang masih bareng.


Ada sepasang orang tua yang kelihatannya masih hidup harmonis dan mesra di dekat rumah gue. Setiap kali gue mau pergi lewatin depan rumah mereka, seringkali gue lihat mereka berdua duduk di depan rumah. Entah cuma sekedar ngobrol, metik sayur, lihat langit, ataupun saling diam. Dan tiap kesempatan itu, gue pasti memanfaatkan waktu untuk melirik mereka selama mungkin. Yah istilahnya kepo gitu pingin tahu mereka hari ini ngapain, ya?

Kalau dilihat dari fisik, gue jamin opa oma itu udah di atas 60 tahun. Gue memang enggak kenal, gak pernah nyapa, apalagi ngobrol. Tapi sepenglihatan gue, mereka masih akur. Yang sering gue temui saat ini adalah gimana orang-orang yang telah berumur enggak lagi mempunyai visi dan misi hidup yang sama. Rasanya baru ngomong aja udah gak cocok. Ada aja yang dikomentarin dari masing-masing pasangan. *okay gue tahu gak semua seperti ini*. Dan pada akhirnya, masing-masing lebih memilih untuk diam. Well, kenapa ini bisa terjadi? Apakah nanti kalau gue tua nanti bisa saja seperti itu?

Terkadang gue pikir, apakah mungkin pasangan itu saling bosan? Yang tadinya melihat muka segar dan kenceng, sekarang udah keriput dan peyot. Yang dulunya mengumbar kemesraan, sekarang berasa awkward karena cucunya udah pada gede? Atau simply because they don't feel the love anymore?

Memutuskan untuk hidup bersama dengan orang lain sepanjang hidupnya bukanlah hal yang sepele. Dalam proses itu pasti akan ada segala macam hal yang menghadang, mencoba merusak, yang menguji keteguhan dan kesetiaan. Asalkan masing-masing saling support, dan mencoba untuk saling mengerti, mungkin segalanya dapat terlewati? Opa-oma tetangga gue aja udah ngebuktiin, Carl dan Ellie di Up juga sudah kok. Berarti kita semua pasti bisa, selama kita mau! :)))




Jessica Chiu.

Tuesday, February 12, 2013

Selamat Datang, Semester 4!

Tepat pada tanggal 11 Februari 2013, gue memulai semester baru perkuliahan. Sedikit nyesek karena sudah harus balik ke rumah kedua (re: kos) pada hari imlek. Anyway, Gong Xi Fat Cai semuanya, khususnya bagi yang merayakan! Semoga di tahun ular air ini membawa sejuta kebahagiaan, kesehatan, kemakmuran, dan tentunya keberuntungan untuk kita semua. :D

Time is running out so fast, hu? Baru rasanya kemarin itu gue lulus SMA, seneng mau ngejalanin status sebagai seorang mahasiswa, dan sekarang udah semester 4 aja! Tau-tau skripsi udah di depan mata. *magang dulu oi! :)))

Mata kuliah semester ini lumayan menarik, dimana konsentrasi PR nya sudah lebih jelas. Sebut saja CSR, Reputation Management, Investor Relations, Penulisan PR, Public Speaking. Sayangnya, jadwalnya yang kurang menarik. :(( Gue udah ngerencanain mau ngambil hari senin sampai kamis aja, seperti semester sebelumnya. Biar long weekend gitu. Eh taunya ada satu makul yang pilihannya kalo enggak jumat, sabtu. Akhirnya jadilah jadwal gue senin-rabu, trus jumat. Tapi ini masih lumayan bagus sih, harusnya gue bersyukur ya. Saking galaunya pas KRS-an, gue sempet mau ngambil kelas hari Sabtu jam dua siang. Pas gue udah isi, taunya gue orang pertama, bok! Trus gue tunggu berapa lama gitu, cuma nambah dikit orangnya. Akhirnya gue pindah ke jumat deh. *ya iya lah, Jes! Mana ada yang mau kuliah hari sabtu sampe sore gini. 

Jadi dimulailah hari-hari di mana liburan yang akan datang adalah hal yang memicu semangat kuliah. Sekian.

"While we are postponing, life speeds by." -Seneca.



Jessica Chiu.

Wednesday, February 6, 2013

The Odd Life of Timothy Green (8/10)

"There are two people in the world, who want you more than anything. They'll do their best. They'll make some mistakes. And you'll only get them for short time. But they will love you more than you can ever imagine." -Timothy Green.


I gotta say, "Disney's film never fails me!". The Odd Life of Timothy Green ini adalah salah satu film keluaran Walt Disney. Kalau ngomongin tentang film Disney tentunya kita tidak asing lagi dengan jalan cerita yang selalu menyentuh, pesan-pesan positif yang dapat diambil, dan tentunya, magic! :)))


Film drama yang satu ini menceritakan tentang sepasang suami istri yang menginginkan seorang anak. Mereka telah mencobanya berkali-kali, sampai dokter menyarankan mereka untuk berhenti mencoba. Sang istri yang bernama Cindy (diperankan oleh Jennifer Garner) sudah putus asa. Begitu juga dengan suaminya, Jim (diperankan oleh Joel Edgerton). Akhirnya mereka menuliskan sejumlah harapan-harapan akan anak yang ingin mereka miliki. Bahwa anak tersebut adalah seorang seniman, jujur, bisa bermain alat musik, dsb. Lalu dengan sedih, mereka menanamkan kotak harapan tersebut di kebun belakang rumahnya.

Namun apa yang terjadi? Tiba-tiba seorang anak laki-laki muncul dari dalam tanah, tepatnya kotak tersebut. Awalnya mereka sangat terkejut melihat seorang bocah yang masuk ke rumahnya di tengah malam, dengan berlumuran tanah. Cindy dan Jim mengira bahwa anak tersebut kabur dari rumah. Seakan belum cukup, mereka kemudian dikagetkan dengan kenyataan bahwa kaki bocah laki-laki yang bernama Timothy itu berdaun!


Dan mulai hari itu, Timothy resmi menjadi bagian dari keluarga Green. Dimulailah kehidupan Jim dan Cindy dengan kehadiran seorang anak laki-laki lucu, imut, dan sesuai dengan harapan-harapan mereka. Di satu sisi, pasangan itu juga berusaha untuk menjadi orangtua yang baik bagi anaknya.

 
Jennifer Garner lagi-lagi memerankan seorang Ibu yang desperate ingin punya anak. Di film sebelumnya, Juno, Jennifer juga akhirnya mengadopsi bayi yang dikandung oleh remaja tersebut. Biar bagaimanapun menurut gue, Jennifer punya aura keibuan yang kuat. *sok tahu

Alur ceritanya yang ringan, pemandangan yang indah, dan sedikit magic ini berhasil membuat para penonton terpukau. Belum lagi ditambah dengan CJ Adams yang super imut! :))



 



Jessica Chiu.
 

Friday, February 1, 2013

The Help (9/10)

"What does it feel like to raise a white child when you're own child's at home being looked after by somebody else?" -Eugenia Skeeter.


Di awal tahun 1960, Amerika sedang mengalami sebuah kesenjangan sosial antara orang berkulit putih dan orang-orang berwarna. Berlatar di Jackson, Mississipi, film ini menceritakan tentang bagaimana kehidupan orang-orang berwarna yang menjadi pembantu rumah tangga bagi orang-orang berkulit putih. Kala itu, diskriminasi sangat kental sekali sehingga orang berwarna selalu dianggap lebih rendah daripada orang kulit putih.

Film ini memunculkan Emma Stone yang berperan sebagai seorang wanita yang bebas, single, dan ingin mendapatkan pekerjaan sebagai seorang jurnalis, berbeda dengan teman-temannya yang menikah dengan orang kaya, dan kemudian menjadi ibu rumah tangga. Melihat kesenjangan yang begitu besar, dimana teman-temannya memperlakukan para pembantunya dengan sangat mengesalkan, akhirnya Skeeter (Emma) memutuskan untuk menulis sebuah buku tentang kehidupan orang berwarna.


Salah satu teman Skeeter yang bernama Hilly (diperankan oleh Brice Dallas Howard) memperlakukan pembantunya dengan sangat perhitungan. Dia bahkan tega mencoret kertas tisu di toiletnya dengan pensil supaya pembantunya, Minny, tidak dapat memakainya. Bahkan pada akhirnya, ia membuat toilet terpisah di luar rumah supaya pembantunya tidak menggunakan toilet dalam rumah. Katanya, orang berwarna membawa penyakit bagi mereka

Tapi yang lucunya di sini, meskipun ada diskriminasi yang kental, dimana wanita-wanita kaya berkulit putih itu anti dengan pembantunya, bahwa pembantunya itu kotor, namun mereka tetap membiarkan pembantunya merawat anaknya. Menggendong, memeluk, bahkan mencium

     
Pada awalnya, baik Aibee maupun Minny, tidak setuju untuk berkontribusi pada pekerjaan Skeeter. Namun karena mereka sudah tidak tahan akan perlakuan majikannya yang semena-mena, dan dengan syarat bahwa nama mereka disamarkan, akhirnya mereka curhat tentang apa saja yang sudah dialami mereka selama ini. 


Selain jalan ceritanya yang bagus, akting dari para artisnya juga gak kalah bagus. Recommended, gan! Dijamin yang nonton bakal kesel, sedih, ketawa, terharu, bahkan nangis. :))) 

 
Jessica Chiu.