Thursday, June 6, 2013

CSR PT Panarub Industry

Berbeda dengan UAS pada umumnya, di semester 4 ini, anak Public Relations UMN lebih banyak mendapatkan take home test daripada ujian tertulis. Salah satunya adalah mata kuliah Corporate Social Responsibility. Kita diminta untuk menganalisis praktik CSR yang sudah dilakukan di perusahaan-perusahaan Indonesia. Tugas ini mewajibkan kita untuk berinteraksi langsung dengan salah satu perusahaan, dimana akan ada kegiatan wawancara dengan divisi corporate communication dari perusahaan tersebut.
 
Awalnya sempet merasa tugas ini tuh sulit. Perusahaan-perusahaan Indonesia susah ditembusinnya, apalagi kalau gak ada link orang dalem. Tapi biar gimanapun juga, praktik emang lebih berasa kepake ilmunya daripada sekedar menjalankan tes teori sih. Jadilah akhirnya kita coba menghubungi beberapa perusahaan yang udah kita incar dari awal. Tapi sayangnya beberapa menolak. Ada juga yang mengharuskan prosedur yang panjang dan lama. Sedangkan deadline sebentar lagi. Gak mungkin kita ambil resiko nunggu, kan?
 
Akhirnya Celia merekomendasikan satu perusahaan yang letaknya di Tangerang, gak begitu jauh dari posisi kita sekarang. PT Panarub Industry, dimana Celia sendiri kenal dengan orang dalam perusahaan tersebut. Dengan harap-harap super cemas, kita mengajukan permohonan untuk berkunjung ke PT Panarub. Akhirnya setelah diproses selama kurang lebih seminggu, kita mendapatkan kabar baik. Kita berempat, gue, Celia, Emily, dan Fifi diundang untuk datang dan turut serta mengikuti CSR yang diadakan oleh PT Panarub pada hari Rabu, tanggal 5 Juni 2013.
 
PT Panarub Industry yang merupakan singkatan dari PT Pan Asia Rubber awalnya memproduksi spon karet dan sandal jepit. Kini perusahaan tersebut merambah ke produk sepatu olah raga dimana mereka berhasil mengekspor produknya sampai ke Eropa dan Amerika Serikat. Wah! :)))
 
 
Berangkat jam setengah tujuh pagi untuk menghindari macet, kita tiba di tujuan jam 7-an. Ini jadinya kita dateng kecepetan. Tapi lebih baik datang awal daripada terlambat, bukan? :)) Karena masih pagi, akhirnya kita dipersilahkan nunggu di kantornya. Gue bahkan sempet tidur lumayan lama setelah menyentuh sofanya yang super nyaman. Kalo ngelihat cewek pake baju pink dan almamater yang tidur di sofa kantor PT Panarub hari ini, itu gue. :')))
 
Sebelum kita diajak ke kantornya, gue sempat melihat-lihat 'isi' dari PT Panarub ini. Seperti yang sudah ada di website-nya, Panarub punya beberapa fasilitas untuk internal perusahaan. Contohnya seperti klinik, kantin, tempat ibadah, ruang konseling.
 


 
Selain itu, ada juga information board untuk para karyawan. Isinya ada penghargaan dan ucapan selamat atas promosi karyawan, ada juga SMS Centre dimana karyawan bisa langsung menyampaikan aspirasinya dan kemudian dijawab, trus ada informasi-informasi lainnya. Poster besar yang memotivasi karyawan juga ditempel di dinding pabrik. Terlihat sekali bahwa PT Panarub telah melakukan internal relations-nya dengan sangat baik. :D




 :3


Sekitar jam 8-an gitu, kita akhirnya dipertemukan dengan Pak Rahman selaku Ketua Acara CSR Donor Darah hari ini. Kita dibawa menuju ruangan tempat acara tersebut berlangsung. Gak lama setelah itu, anggota PMI datang dengan membawa perlengkapan mereka yang banyak, mulai dari ranjang, obat-obatan, dan peralatan lainnya. Dan dalam sekejap setelah mereka berberes, karyawan Panarub mulai berdatangan ke lokasi untuk segera mendonorkan darah mereka. :))

Kita berempat dilibatkan untuk menjadi panitia dalam mengusuri pendaftaran. Karena sebelumnya kita juga udah pernah jadi panitia donor darah di kampus, jadi udah ngerti deh harus ngapain aja prosedurnya. :3



Pertama-tama, karyawan absen dan mengisi formulir dari PMI terlebih dahulu. Kemudian mereka akan menunggu dipanggil untuk mengecek tekanan darah. Apabila lolos, dilanjutkan dengan mengecek darah. Dan apabila tahap ketiga ini lolos, maka darah mereka siap untuk disumbangkan. Peserta yang mengikuti donor darah ini antusias sekali. Sebagian besar bahkan telah membawa kartu donor darah sendiri. Ketika ditanyakan, beberapa dari mereka menjawab ini sudah kedua kalinya mereka mendonor darah melalui Panarub.










abis donor, lagi makan :D
 
CSR Donor Darah ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh PT Panarub Industry. Mbak Esty mengatakan bahwa donor darah sudah merupakan kegiatan rutin yang dijalankan perusahaan tersebut, bahkan bisa jadi setiap tiga bulan sekali. CSR yang mengambil tema Panarub Peduli Sesama ini menurut gue termasuk dalam kegiatan CSR Community Volunteering dimana karyawan dapat bebas menentukan dan menyisihkan waktunya untuk melakukan donor darah, menyumbangkan darah mereka bagi yang membutuhkan lewat PMI. Selain kegiatan sosial, sebenarnya donor darah itu bagus juga loh untuk kesehatan. :))
 
PT Panarub Industry memang sudah banyak dan dengan sangat baik menjalankan kegiatan tanggung jawab terhadap sosial. Dikarenakan social responsibility sudah menjadi bagian dari core values dari perusahaan tersebut, maka visi dari perusahaan tersebut juga sejalan dengan segala kegiatan dan praktik bisnis, sehingga pada nantinya akan menciptakan sustainability development.




 with Pak Rahman

Mbak Esty di tengah :D
 
It was such a great opportunity and an honor to be a part of PT Panarub Industry's CSR. Semoga kunjungan ini akan membuahkan hasil yang maksimal dalam tugas UAS kita. Terima kasih banyak untuk my girls (well done, dear!), Bu Christine, Pak Rahman, Mbak Esty, dll. Terima kasih juga untuk para peserta yang udah rapih banget. Dan terima kasih banyak buat Pak Satpam Panarub. :')))
 
 Fifi, Celia, Emily


 
 
 
Jessica Chiu.
 

Sunday, May 19, 2013

Rencang YES!

"When there's a love, there's family."

Begitulah tagline yang dipakai dalam acara Rencang kali ini. Dengan tema YES: You Are Our Families, UKM Sosial Rencang UMN mengambil momentum hari keluarga dalam mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan. Adapun panti asuhan yang dituju adalah Panti Asuhan Mekar Lestari di BSD dan Yayasan Sayap Ibu di Bintaro.

Tujuan dari kegiatan ini sebenarnya lebih kepada internal keluarga Rencang. Namun kami juga membuka peluang bagi segenap civitas akademika UMN untuk ikut berkontribusi dengan menyumbangkan peralatan mandi, buku pengetahuan, dan uang tunai. Betapa terkejutnya kami ketika mendapati 300an peralatan mandi, 100an peralatan sekolah, dan uang tunai sebesar dua juta sembilan ratus dua puluh tujuh rupiah. Hasil yang didapatkan sungguh jauh melebihi ekspektasi. Ternyata mahasiswa UMN juga sangat antusias dalam mendukung acara YES ini. Terima kasih UMN-ers! :)))
 
Sabtu, 11 Mei 2013, keluarga Rencang berangkat pukul sembilanan dengan menggunakan bus UMN. Sekitar enam puluhan orang sudah sangat antusias untuk segera bertemu dan menghibur adik-adik melalui acara yang telah disiapkan. Sesampainya di panti pertama, yaitu Panti Asuhan Mekar Lestari, gue dan anak-anak Rencang yang lain segera siap-siap. Mulai dari ijin ke pengurus panti, berunding dengan pihak acara dari panti itu sendiri, dan mengambil posisi masing-masing. *halah

Gak lama setelah itu, anak-anak tersebut akhirnya dikumpulin oleh para pengasuh mereka yang dipanggil mama. Hanya dalam sekejap saja atmosfir ruangan tersebut langsung berubah. Ruangan tersebut seakan lebih ceria, lebih hidup, karena kehadiran batita-batita yang super menggemaskan! Akhirnya acara pun dimulai, dipandu oleh Christy dan Monda, beserta tim acara dari Mekar Lestari. 


Pertama-tama, kita mengajak anak-anak untuk menggambar. Menggambar apapun yang mereka bisa tentunya. :)) Memang sih anak-anak yang masih dua tahunan itu belum bisa apa-apa, alias cuman nyoret-nyoret. Tapi kakak-kakak PIC dari Rencang yang banyak anak DKV itu akhirnya membantu adik-adik menggambar. Mulai dari gambar buaya, sapi, dll. Banyak juga anak-anak yang sudah lebih besar dan bisa menggambar sendiri tentunya. Ada yang gambar Kakashi, Power Ranger, kereta, dll. It was FUN! :D

Setelah itu, tim acara dari Rencang melakukan panggung boneka dengan tokoh bebek, serigala, tupai, monyet, dan singa. Inti dari cerita tersebut adalah tentang keluarga. Sayangnya karena adik-adik duduk terlalu dekat dengan panggung boneka yang termasuk tinggi itu, mereka jadinya gak bisa nontonin secara maksimal. Gue bahkan curiga mereka enggak ngerti sama sekali apa yang diceritain di depan. Tapi enggak apalah, boneka tangan yang unyu itu udah sukses menghibur mereka kok.



Acara kemudian dilanjutkan dengan bernyanyi bersama. Gue salut banget sama anak-anak yang udah pada jago nyanyi. Selain mereka apal liriknya, suara mereka juga bagus loh! Pertama kita nyanyi lagu Laskar Pelangi dan Barney's Love Song bareng-bareng. Terus salah satu dari mereka pingin nyanyi lagi. Nyanyi lagu Mengejar Matahari. Sungguh, anak laki-laki yang gue gak tau siapa namanya itu nyanyiin lagu Ari Lasso ini dengan segenap jiwa dan skill-nya. Alhasil gue hampir netes ketika lirik, "tetes air mata, mengalir di sela derai tawa..." dinyanyiin. :'))) Terakhir, kita nyanyi lagu Jangan Menyerah

Satu setengah jam terasa sangat singkat di panti tersebut. Rasanya baru aja mulai seneng, tau-tau acara udah harus selesai. Di puncak kunjungan Rencang kemarin itu, pihak panti mempersembahkan tarian Gangnam Style. Sekali lagi gue dibuat takjub sama kebolehan anak cewek yang menari dengan luwesnya! Antara gemes, salut, terhibur, gak nyangka, semuanya bercampur jadi satu. Setelah tiga cewek berpakaian ala dancer itu menunjukkan kebolehannya, tiga anak lain juga gak mau kalah. Mereka kemudian joget sambil berhulahup ria, dan gak jatuh sekalipun! Gemes bener liatnya mereka kecil-kecil gitu udah jago aja. Gue sendiri gak bisa sama sekali. X)))




Ketika acara benar-benar selesai dan anak-anak harus makan siang, Rencang pun berpamitan dan beristirahat sejenak serta bersiap-siap untuk mengunjungi panti kedua di Bintaro. Panti kedua yaitu Yayasan Sayap Ibu, merupakan tempat penyantunan dan rehabilitasi anak-anak cacat ganda terlantar. Dengan kata lain, adik-adik yang berada di panti tersebut tidak seperti panti yang pertama. Mereka memiliki kekurangan, di mental maupun fisik mereka.

Hujan mengiringi perjalanan kami dari BSD ke Bintaro, tapi untung saja ketika sampai di sana, air telah berhenti menetes. Pengurus panti mengumpulkan beberapa anak yang masih bisa paham dan secara fisik masih memungkinkan untuk diajak bermain, karena banyak anak-anak yang tidak bisa berpindah dari tempat tidurnya. Kurang lebih sama seperti pada panti yang pertama, di panti kedua ini, Rencang juga mengajak adik-adik untuk bernyanyi bersama, membawakan panggung boneka, dan mengajak menggambar bersama-sama.


Ada satu anak yang menurut gue jauh lebih paham dibanding teman-temannya. Namanya Nurul. Sekilas kalo dilihat, dia seperti anak normal. Cuman tetap aja ada keterlambatan. Kalau diajak ngomong, Nurul ngerti loh. Gue kenalan sama dia, dengan nyebut nama gue Jessica, sambil megang kertas brosur dari Sayap Ibu. Terus dia mau lihat apa yang gue pegang. Akhirnya gue kasih liat aja, sambil ajak ngomong dan nunjukkin foto yang ada di brosur. Gue tanya, "Nurul yang mana?". Nurul nunjuk salah satu orang yang duduk di kursi roda, sama seperti dirinya saat itu, sambil tertawa senang. Trus gue nanya lagi, "Kalo Jessica mana?". Nurul nunjuk salah satu Ibu berjilbab yang ada di foto brosur itu.


Saat kita bernyanyi bersama, Nurul antusias banget. Nurul bahkan rekomendasiin lagu-lagu untuk dinyanyiin. "Kalau kau senang hati tepuk tangan...". Doi bahkan protes ketika gak nyanyiin sampai habis kelanjutan lagu itu karena kita nggak tau. Itu tandanya Nurul nangkep sama keadaan saat itu. Dia bahkan tertawa dengan lebar dan tepuk tangan paling kenceng. Satu hal yang bikin gue terharu adalah ketika Nurul nyariin gue terus, sampe Sherly bilang, "Jes, dicariin tuh." berulang kali. Dan pas gue nongol nyapa dia, dia tersenyum benar-benar lepas. Very heart-warming, no? :'))) Bahkan ketika mereka ngebohongin kalau orang ini adalah Jessica, Nurul tau kalo itu bukan. Dia menggeleng-gelengkan kepala, dan ketika gue muncul, dia mengangguk-angguk tanda kalo inilah Jessica yang asli. Rasanya............ :'))

Nurul

Acara kemudian ditutup dengan menerbangkan lampion harapan dari keluarga Rencang untuk adik-adik yang telah kita kunjungi hari itu. Mungkin satu setengah jam dari kedua panti itu terasa sangat sebentar, tapi segenap keluarga Rencang belajar sesuatu. Belajar bahwa hendaknya kita selalu bersyukur sama kondisi kita sendiri. Mungkin tanpa kita sadari, kita seringkali protes sama apa yang kita punya. Menginginkan lebih itu wajar, namun pernahkah kita berpikir bahwa di luar sana masih banyak yang lebih membutuhkan? Bukan hanya sekedar membutuhkan materi, namun juga membutuhkan kasih sayang. 

Oleh karena itu, Rencang berharap bahwa melalui kunjungan ini, setidaknya adik-adik di kedua panti itu senang, terhibur, dan merasa berharga. Setiap manusia sejatinya mempunyai hak untuk dikasihi, terutama oleh orangtua mereka. Namun apabila mereka tidak diinginkan oleh orangtua mereka, maka tugas kitalah sebagai manusia untuk saling mengasihi sesama. :)))

Thank you for this precious moment, Panti Asuhan Mekar Lestari, Yayasan Sayap Ibu, and Rencang! Thanks a lot for the opportunity. I've learned something, for sure.


Baca juga ulasan gue tentang Rencang YES di sini. :))

Photos were taken from Sherly B. 



Jessica Chiu.