Tuesday, January 7, 2014

Simulasi Konferensi Pers

To be honest, I'm happy to be a Communication Science student, especially Public Relations. Meskipun pada awalnya sama sekali gak kebayang untuk kuliah public relations, tapi ternyata gue enggak pernah nyesel udah memilih jalan ini. :))

Belum lama ini, mahasiswa PR UMN melakukan simulasi konferensi pers untuk pemenuhan UAS mata kuliah Media Relations. Seneng liat temen-temen yang berusaha maksimal untuk pengambilan nilai ini. Mereka bahkan kreatif banget dalam mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan.

Kelompok gue yang beranggotakan: Berlianna, Thomas, Melissa, Savira, Cynthia, dan Meidita beride untuk membuat sebuah perusahaan yaitu restoran kafe yang menggunakan bahan dasar keju. Jadi ceritanya restoran kafe unik ini diberi nama Cheesy Bites!


Karena kami mendapat tema management change untuk konferensi pers ini, maka kami membuat sebuah skenario dimana founder sekaligus CEO pertama Cheesy Bites, yaitu Thomas memutuskan untuk pensiun sehingga restoran kafe ini diwariskan kepada putri tunggalnya, Berlianna. Untuk memaksimalkan kinerja perusahaan, maka CEO baru Cheesy Bites mengangkat pimpinan baru dan juga menambahkan beberapa divisi baru yang akan mendukung kinerja perusahaan untuk lebih baik lagi. 

Divisi marketing dipimpin oleh Melissa. Adapun penambahan divisi baru lainnya, yaitu Divisi Creative Food & Beverages ditangani oleh Savira, Divisi Social Media & CRM oleh gue sendiri, dan Divisi Media Relations oleh Cynthia. Dan perempuan cantik yang satu lagi menjadi moderator yang memimpin jalannya konferensi pers ini.



Semua berjalan dengan lancar! Kami sebagai kelompok pertama cukup senang dengan persiapan yang udah dikerjakan, mulai dari makalah proposal konferensi pers, goodie bag, press release, undangan, hingga pada hal-hal teknis seperti vas bunga, botol air, kain hitam, dan name tag. Meskipun belum tau gimana hasil penilaian dosen, tapi tim Chessy Bites udah cukup puas dengan kerja keras kami! :D

Of course we'd like to get a good score out of it. :3





     beloved team

Thank you, team! <3



Jessica Chiu.

Saturday, December 28, 2013

Don Jon (6.5/10)

"There's only a few things I really care about in life. My body. My pad. My ride. My family. My church. My boys. My girls. My porn." -Jon Martello.


Ini dia film pertama yang ditulis, disutradarai, dan diperankan oleh dirinya sendiri! Yeay, applause for Joseph Gordon-Levitt! :)) Don Jon bercerita tentang pria yang hidupnya seperti Don Juan di era modern, sampe temen-temennya Jon Martello memanggilnya Don Jon. Hobinya kurang lebih sama, yaitu godain cewek. Jadi hidup Jon hanya berputar di gym, club, temen-temen, keluarga, cewek, gereja, dan film pornonya.


Jon mempunyai sebuah kebiasaan untuk nonton film porno meskipun di satu sisi dia udah bisa dapetin beragam cewek tiap minggunya. Tapi suatu hari Jon ketemu sama cewek ber-dress merah yang menurutnya punya nilai sempurna. Barbara Sugarman yang diperankan oleh Scarlett Johansson memang memesona dan terlihat beda dari cewek-cewek di klub pada umumnya. Jadi mulailah Jon melancarkan aksinya dari nge-add Facebook, ketemuan, dan jadian. Tapi ternyata hobi Jon gak bisa hilang begitu aja, meskipun udah pernah kepergok sekali sama pacarnya.

Di sela-sela kegiatannya sehari-hari yang sebenarnya enggak ngapa-ngapain itu, Jon sempetin untuk ngambil kuliah kelas malam karena diminta oleh Barbara. Di sana, Jon bertemu Esther yang diperankan oleh Julianne Moore. Awalnya Jon merasa risih sama Esther dimana di satu sisi, Esther suka nyari-nyari topik buat ngomong gitu. Tapi ternyata ada yang berbeda sama sosok Esther dibandingkan dengan pacarnya sendiri. Masalah pun kemudian memuncak ketika Barbara memergoki web history yang berisikan sejumlah porno yang ditonton Jon dalam sehari.



Meskipun tetep cantik, tapi entah kenapa menurut gue pribadi penampilan Scartlett dengan rambut seperti di Don Jon kurang cocok sama dia. *terlalu identik rambut merah Black Widow* X))) Tapi gue suka banget sama aksen dan gaya ngomong dia yang selalu ngelibatin gerak tangannya! Overall, Don Jon boleh lah ditonton. Meskipun latar scene-nya di situ-situ aja, dan ngulang-ngulang keseharian Jon, tapi cukup menarik dan mungkin bisa ada nilai yang diambil. Selain itu, film ini juga menunjukkan gimana pengaruh film-film drama yang suka ditonton sama cewek-cewek ke dalam kehidupan mereka.


 
 
 
 
Jessica Chiu.